Satu Semester bersama kurikulum 2013 di mata homeschool mum wanna be

Rasanya bakal galau selamanya saat siboy memutuskan mau sekolah formal. Tapi itu dua tahun lalu. Sekarang rasanya mulai biasa aja.

Dia punya sahabat di sekolah, dia menikmati kegiatan sekolah, tak ada satu hari sekolah yang tidak dia nikmati, dan dia punya satu paket keluarga yang selalu menanti-nanti waktu libur sekolah bersamanya *lebay jooo, hahahahaha
Waktu masuk SD kelas satu, bersamaan dengan ramenya kurikulum 2013 yang akan diberlakukan. Efek pertama yang dirasakan adalah, perbandingan murid terhadap guru yang dirubah. Fidel ngalami satu tahun pertama sekolah dengan perbandingan satu guru untuk duapuluh tujuh siswa. Lumayanlah, anak kelas satu kan masih banyak yang kek anak kecil, termasuk anak eikeh yeh, haha. Tapi dibandingkan dengan dua banding satu dirumah? Ihiks, awalnya sedih.
Rasanya selain perbandingan itu, ga tau lagi apa yang berbeda. Yang jelas, Fidel sering dapet pr, sistem nilai diantaranya melalui pr, tugas, ulangan harian, UTS dan UAS.
Hal-hal itu ga menghalangi dia untuk bersenang-senang keknya. Banyak hari diisi dengan main bola sepulang sekolah. Hari lain diisi dengan jalan-jalan, ekskul, rekoleksi, pentas seni. Ada hari hari diisi dengan pekan ulangan, tugas, pr. Dan, banyak hari diisi dengan makan diluar pulang sekolah, ngemall di jumat siang, jalan-jalan ke kebun binatang saat libur ujian anak kelas enam, berenang pulang sekolah,.We’re trying to seize all and still it will never enough. I miss him, I always misses him, I will always miss him, I miss him already!
Masuk kelas dua, di semester pertama, kurikulum 2013 mulai diberlakukan. Efek paling bagus buat kita adalah, pertama no peer at all. Awalnya bingung juga, ini anak bener ga ada peer atau dia lupa ya. Tapi, dibandingkan saat kelas satu, maka di kelas dua ini Fidel hampir ga pernah pulang bawa peer. Yang pernah adalah peer project, peer yang sifatnya open-end.
Efek kedua yang berkesan adalah tiap jumat adalah hari crafting. Tiap minggu mesti ada waktu untuk bikin-bikin. Mulai dari kertas origami, sampe kertas kokoru, dan mulai dari buku gambar sampe pot tanah liat, lumayan variasi projectnya. Liat foto-fotonya dia dikelas, keliatan Fidel senang bikin-bikin bareng temen-temennya.
Efek ketiga adalah tidak  banyak buku yang mesti dibawa dan disiapkan. Semua mata pelajaran pakai satu buku tulis saja, hanya tiap bahasan mata pelajaran diberi kode. Jadi, ga perlu bawa buku tulis banyak.
Efek keempat, materi praktek diperbanyak. Belajar mengenai konsep ukuran tidak baku, anak-anak diajari dengan cara praktek. Semisal, satu mangga ukuran besar itu beratnya sama dengan tiga butir jeruk ukuran sedang.
Untuk peer project dirumah, yang paling berkesan mungkin adalah menanam bawang. Fidel semangat sekali ngurusnya, ga di sekolah dan ga dirumah. Beberapa kali dateng ke sekolah pas hari libur, yang pertama diinget adalah mau nyiram tanaman bawangnya. Pulang sekolah hari Jumat, sempetin nyiram tanaman dulu baru mau pulang, haha.
Project nanam bawang ini pertama-tama tiap anak diminta bawa pot isi tanah dan bawang merah. Lalu, dua minggu pertama, anak diminta menanam dan merawat bibit tanaman tersebut disekolah. Setelah itu semua tanaman dibawah pulang. Yang berhasil menanam maupun yang tidak berhasil diminta menanam lagi di rumah, dan dua minggu kemudian setiap siswa diminta membawa karya tulis mengenai proses yang dialami.
Sekolah juga memberi kesempatan untuk anak-anak mengalami beberapa moment of truth. Ada acara makan-makan setelah selesai ulangan, acara seminar di sekolah, acara rekoleksi di sekolah, karyawisata keluar sekolah, class meeting, dan sekolah juga memberi kesempatan untuk anak-anak mengembangkan hobi dan minat. Kebetulan beberapa kali Fidel ikut lomba, mulai dari lomba ansambel sampai lomba choir yang membawa nama sekolah. Sekolah memberikan dukungan untuk itu.
Satu semester yang super sibuk tapi bisa dibilang super menggembirakan buat Fidel. Dalam berbagai kesempatan, menyaksikan semangat Fidel sekolah, atau bersama teman2 sekolah, kita tersentuh sekali. Lalu, dateng ke sekolah pas ambil rapor, menyaksikan foto2 kegiatan dia ma temen2nya sepanjang semester, senyum lebarnya, keakraban dia dengan teman, rasanya gimana gitu, jadi mellow, hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s