Hampir setaun ga homeschool

Sebentar lagi mau pas setahun Fidel masuk sekolah formal.

Bersekolah formal itu pilihan si boy sendiri setelah njalanin homeschool. Sampe gua nulis ini, ada ups and downs yg gua ga bisa itung lagi. Tapi, sekarang gua mencoba detil untuk introspeksi pribadi, dan juga untuk catatan yg bisa Fidel baca sendiri nanti nanti.

Materi yang disampaikan disekolah sering membosankan. Ada masanya Fidel menghabiskan satu karet penghapus sebagai obat bosan dikelas. Ini dia sendiri yang bilang. Gua pertama kali bingung, dan marah, kenapa setiap hari dia butuh penghapus baru. Ternyata, kalo bosan dikelas, dia iseng motongin karet penghapusnya sampe jadi kecil dan akhirnya ga bisa dipake lagi. Kenapa? Katanya bosen. Dang!

Berikut. Pernah baca dimana, bullying itu terjadinya lebih sering disekolah dibanding dirumah. Hmm, ga tau deh bener apa engga, yang jelas Fidel cerita bahwa ada temen2nya yang suka mukul dan bersamaan itu juga cengeng. Jadi, habis mukul dan kena bales trus nangis. Yang gua sayangkan adalah itu terjadi sering tanpa diketahui gurunya, entah karena terjadi bersamaan dengan hal lain, atau karena terjadi sesudah jam sekolah waktu anak belum dijemput. Waktu homeschool, dia ga pernah terekspos dengan kekerasan dengan teman sebaya, tapi disekolah sepertinya ga ada pilihan.

Yang kita tau selama ini Fidel bukan tipe pencetus kekerasan, tapi yang pernah kita saksikan sendiri dan juga dari yang pernah dia cerita ke kita, dia bukan tipe yang takut kalau dihadapkan dengan bulliers. Dia cerita bahwa anak2 yg membuat dia ga nyaman dengan memukul, iseng berlebihan, bicara keras2 termasuk kekerasan verbal, juga  memaksakan kehendak, selalu dia lawan bahkan dia bilang kl keterlaluan dia selalu bales. Dan gua nyaksiin sendiri itu, bahkan accidentally gua punya video rekaman saat Fidel fight back ketika berada dalam salah satu situasi diatas. Tapi tetep aja gua menyesalkan kejadian itu.

Tapi, biar berimbang, mungkin gua perlu cerita juga sisi lain dari bersekolah formal.

Kalo ada satu hal yang bisa dibilang paling gua suka dari sekolah formal, adalah bersekolah mendatangkan begitu banyak energi positif buat Fidel. Dia jadi lebih sabar, tapi juga sekaligus lebih energik, juga lebih ceria tapi bersamaan dengan itu juga lebih percaya diri.

Yang terakhir gua tulis itu nyata2 terlihat. Seakan2 dengan bersekolah formal, dia memantapkan identitasnya. Justru dengan bersekolah dan jauh dari kita selama beberapa jam, dia semakin attached dengan kita. Dalam banyak kesempatan dia selalu mengekspresikan rasa happynya dia berada dalam keluarga, dan bahwa keluarganyalah yang paling penting dalam hidupnya.

Sebelum bersekolah formal, Fidel punya kecenderungan untuk menyenangkan orang lain. Saat bertemu konflik dengan sebaya, dia cenderung menahan diri, semata2 karena dia takut membuat orang lain tidak suka padanya.

Tapi, nyata2 kita saksikan, justru sekarang dia bener2 menjadi diri sendiri apa adanya. Dan senengnya, dia ga takut tampil beda, bahkan dia minim kena social pressure atau peer pressure atau group identification.

Dia ga terlalu terpengaruh temen2nya  dalam gaya bahasa, pola pikir, kebutuhan akan materi. Pokoknya, in short, he is what he is, period.

Dia bahkan ga takut melakukan hal berbeda dengan teman2nya. Suatu ketika kita jemput agak telat, tapi ya santai aja, pikiran kita palingan tu bocah main disekolah seperti biasa. Eh waktu dijemput, ternyata dia lagi nyicil bikin PR sambil dirubungin beberapa temennya. Dia cuek aja bikin PR sambil dirubung temen2nya yg ga mau ikutan nyicil PR disekolah, ga takut dibilang aneh, ga merasa harus sama dengan temen2nya. Gua tanya kenapa gitu, dia bilang krn sampe rumah dia mau main jadi bikin PR nya buru2.

Dirumah lebih2 lagi. Dia udah ogah ikutan main sama temen2 tetangga. Kata dia, enakan main sama keluarga. Jadilah tiap sore, dia main sepeda sama kita, atau dia main skateboard sementara gua dorong adenya di stroller. Diajak temennya main dia cuma senyum aja sambil bilang ga ah. Justru sekarang gua yg suka bilang ke dia mbok ya sekali kali main lah ma temen2 rumah.

Padahal dulu tiap sore dia pasti main keluar, dengan sikap yg keliatan banget dia merasa insecure dengan dirinya sendiri, krn menurut gua dia maksain main walaupun sebenernya dia berharap sebaliknya. Seakan2 dia merasa ga nyaman tapi ga punya tempat lain lagi.

Gua ga judge bahwa itu efek homeschool, tapi gua cuma bilang bahwa walaupun berat gua melepas dia sekolah formal tapi gua bersyukur gua ikut pilihan Fidel dan ga memaksakan pilihan gua. Memang ga gampang untuk mengikuti pilihan anak yg bersebrangan ma pilihan kita sendiri yak, tapi buat gua, it always worth to try. Gua berusaha open minded and open hearted tentang apa saja yang dipikirkan dan diinginkan anak2. Semoga dengan ini, anak2 selalu  menjadi diri mereka sendiri dan bahagia jadi diri mereka sendiri. Love you Fidel :*

 

IMG00115-20130830-0846

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s