Junior Original Concert yang pertama untuk Fidel

Pertama kalinya Fidel perform dengan piano untuk konsernya, selama ini kalo konser masih pakai electone. Pertama kalinya Fidel tampil solo untuk Junior Original Concert (JOC). Juga pertama kalinya Fidel main komposisinya sendiri. Memang motif atau nada utama dari lagunya dapet dari guru musiknya, tapi improvisasinya ide dari Fidel.

Latihan satu lagu ini aja makan waktu berbulan-bulan. Dari bulan Oktober 2013 sampai bulan Januari 2014 ini. Cari improvisasinya muteeer ga karu2an. Apalagi dia ga ambil piano yang privat tapi in group lesson, satu kelas isi 7 anak, jadi kebayang dong pertemuan satu jam untuk satu minggu itu dibagi 7 anak, jadi satu minggu itu cuma ada waktu 9 menit untuk satu anak.

Saat ini Fidel udah di level NJXC 2, dan dia pilih untuk fokus ke piano bukan electone. Materi lagunya masih lagu-lagu dari Yamaha Music, genre musiknya saat ini menurut gua ga ngepop tapi juga ga klasik. Pengennya sih untuk satu sampe dua tahun ke depan masih seperti ini, karena menurut gua kalau ngepop banget nanti tekniknya kurang bagus, tapi kalau ambil yang klasik, takut si bocah nanti bosen. Kita dengerin musik klasik aja bisa bosen juga, hehehe. Mulai dari tahun lalu saat masuk level NJXC 1, Fidel udah ditanya gurunya, mau pilih alat musik piano atau electone, dan dia pilih piano. Sekarang ini satu kelas isi 7 anak, yang pilih electone cuma 1, lainnya piano semua. Jadilah kemaren ada enam anak yang perform solo di piano untuk JOC.

Awalnya cukup surprise dan stress juga waktu gurunya bilang, konser kali ini anak-anak akan tampil sendiri2 dengan komposisi masing-masing, pikir gua ini bisa2nya aja sekolah musiknya. Ternyata JOC ini program dari Yamaha pusat yang udah dimulai dari tahun 1972 bow, dan diklaim udah membantu hasrat anak2 dalam bermusik dan memampukan mereka meniti karir profesional dalam bermusik.

Emmm, kalo Fidel sih ya, gua ga punya ambisi tinggi2, dari awal dia lahir sampe umurnya mau 8 taun, banyak hal dalam hidupnya gua biarkan dia memilih, karena keinginan gua satu2nya adalah agar Fidel bisa bahagia menjalani apapun pilihan hidupnya. Sebenernya sih semua orangtua pasti mau anaknya happy ya, cuma kadang waktu anak2 masih kecil dan diberi kebebasan gitu kan ga semua orangtua setuju. Mungkin ga umum juga sih ya cara pandang gua, bahkan ada temen yang tau gitu trus bilang ke gua kira2 gini:  ah anak lu mah pasti ngikut aja apa mau lu, namanya juga anak2 belum ngerti. Tapi kok ya gua ngerasa sebaliknya, gua merasa dan pernah baca bahwa tiap anak punya semacam blue print mimpinya. Sesuatu yang jauh didalam hatinya dia udah tau bahwa dia bisa menjadi siapa nantinya. Tinggal gimana orangtuanya membantu buka jalan, memberi kebebasan memilih, menguatkan hatinya saat dia menjalani pilihan yang sulit. Jadi, waktu nyobain dia belajar musik, ya lebih banyak let lose aja dalam prosesnya, biar dia yang lebih banyak nentuin.

Emang kadang kebebasan yang kita kasih ke anak itu menuntut komitmen tinggi. Misalnya pas dia bilang maunya ambil kelas piano dibanding electone, astaga, kalau electone kan bisa disub ke keyboard yang murah meriah yak, nah ini dia ngotot maunya piano. Piano yang murah meriah kan nyarinya ga gampang gituh. Udah gua bujuk2 tetep aja maunya ambil kelas piano, ya udah jebol kantong. >.< Atau ga usah jauh2 deh, kita kasih dia kebebasan mutusin mau homeschool atau sekolah formal, diumur 3,5 taun dia pilih homeschool, dan lagi enak2nya jalanin tiba2 diumur 7 taun dia minta mau sekolah formal, astaga nah kan kelimpungan juga kitanya. So much for a freedom, haha.

Tantangannya adalah pada saat kita ga mampu secara finansial dan psikologis untuk memfasilitasi keinginannya, tapi puji Tuhan sih tuh anak ga terlalu menuntut, ga terlalu terekspose dengan peer preassure, setidaknya beloman, haha. Jadi, mumpung masih mau lengket sama kita, jadi setiap saat gua selalu mencari moment of truth (MoT), dimana kita bisa ngomong dari hati ke hati mengenai harapan2 kita satu sama lain, juga saling minta maaf atas kesalahan2 yang lalu2. Semoga itu bisa jadi modal buat Fidel kedepannya, modal untuk lentur hati menghadapi segala masalah, termasuk masalah2 yang bakal muncul sama kita nanti pas dia remaja, saat hormon2nya mulai bereaksi.

MoT antara kita ke Fidel ga muluk2 sih, semuanya dibungkus dalam keseharian, tapi lagi2 butuh komitmen tinggi ngejalaninnya. Contoh, dia suka banget nonton Real Steel, berulang2 dia nonton, sepertinya dia terhipnotis pada jalan cerita mengenai ayah-anak yang ada di cerita itu. Dan gua selalu memanfaatkan jalan cerita itu untuk dialog sama dia, bahwa kita orangtuanya itu manusia juga yang punya sisi lemah, dan kita secara langsung udah minta maaf ke Fidel atas sisi lemah kita yang mengekspose dia dan mungkin baru akan dia sadari nanti saat dia dewasa. Juga bahwa hubungan ayah dan ibunya itu juga punya dimensi sebagai suami-istri yang tuntutannya berbeda lagi, blablablabla. Intinya sih buat kita, mencari dan mendapatkan MoT itu ga selalu sejalan dengan mencari dan mendapatkan waktu yang berkualitas. Menurut gua, sering tuh ditiap sesi parenting disebut bahwa dengan anak yang penting bukan kuantitas tapi kualitas waktu bersamanya. I disagree. Mungkin kalau interaksi dengan sesama adult itu bisa terjadi. Tapi, pengalaman dengan anak, kok susah ya interaksi yg minim kuantitas akan menghasilkan kualitas maksimal, tapi ya tiap orang kan beda-beda, feel free aja.

Eniwei, balik lagi ke konser musiknya. Jadi, setelah 3 bulan susah2 latian, ubah komposisi terus, dengan deg2an Selasa 14 Jan 2014 itu bocah naik panggung. Gua udah wanti2, kalau salah gak apa, yang penting tetap semangat. Salah itu biasa, yang penting abis itu semangat lagi. Si boy itu dari dulu ibarat mesin diesel, panasnya lama. Jadi, kalo acara2 kek konser yang riuh dan semuanya serba buru2, dia suka stress. Dulu tiap mau konser, berkali2 dia muntah di kaki panggung, sampe selalu ngantongin plastik muntah. Tapi ternyata tiap anak punya waktunya masing2 mengalahkan kelemahannya kali ya. Kali ini semuanya smooth, padahal datengnya juga telat. Si boy kalem bae aja, puji Tuhan. ^_^

DSC_4708

DSC_4710

mules2 waktu si boy mulai naik panggung

mules2 waktu si boy mulai naik panggung

Makin mules waktu si bocah udah siap dan lagi dibacain judul lagu dan narasinya

Makin mules waktu si bocah udah siap dan lagi dibacain judul lagu dan narasinya

tapi Puji Tuhan semuanya smooth, no mistake malahan

tapi Puji Tuhan semuanya smooth, no mistake malahan

ini konser paling lancar, no panic attack, bahkan malahan asik becandaan ma temennya

ini konser paling lancar, no panic attack, bahkan malahan asik becandaan ma temennya

DSC_4789

semua dapet sertifikat yg menyatakan pernah berpartisipasi dalam Junior Original Concert

semua dapet sertifikat yg menyatakan pernah berpartisipasi dalam Junior Original Concert

Ada sekitar 35 anak yang masing2 main solo dengan komposisi lagunya sendiri untuk konser kali ini.

Ada sekitar 35 anak yang masing2 main solo dengan komposisi lagunya sendiri untuk konser kali ini.

ini Fidel sama guru musiknya dan sebagian temen sekelas

ini Fidel sama guru musiknya dan sebagian temen sekelas

biasaa, ini fans setianya Fidel ^_^

biasaa, ini fans setianya Fidel ^_^

o ya, ini copy narasi yang dibacain sesaat sebelum mulai main lagu yg titelnya: Song For Bella

o ya, ini copy narasi yang dibacain sesaat sebelum mulai main lagu yg titelnya: Song For Bella, si boy dapet no.17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s