Home(School)

Gua sedikit galau, sebentar lagi Fidel masuk sekolah. Suatu hal yg gua tau akan terjadi, tapi baru aja gua sadari bahwa mungkin gua yang paling ga siap secara psikologis dengan kenyataan ini. Gua berusaha sibuk dengan urusan detil tentang persiapan baju seragam, buku sekolah, alat tulis sampe sampul buku.

Tapi ternyata, gua belum bisa membayangkan, bahwa determinasi Fidel akan final bulan depan. Fidel sendiri santai aja, bahkan semangat dan antusias untuk pergi sekolah. Tapi, ofkors yg ada dipikiran gua adalah: Dia ga tau apa yg akan segera dia hadapii (!!!)

Gua bisa sebut banyak, antara lain: PR dan tugas dan evaluasi yg sifatnya orientasi berat di hasil saja, rasio antara fasilitator dan anak yg timpang jauhh, dan banyak. Tapi dipikir2, mungkin, dan mungkin saja, itu kenyataan yg dibangun atas dasar pengalaman gua pribadi. Cukup adil utk kasih Fidel kesempatan memilih. Mungkin pengalaman pribadi dia saat ini menjadi dasar semua sikap positif dia terhadap institusi sekolah. Gua berharap itu artinya, Fidel dapet unconditional love, companionship, compassion, understanding, appreciation, encouragement dari kita orangtuanya, jg dari lingkungan sekitarnya, dalam dosis yang sesuai untuknya, sehingga di usia dini, dia bisa begitu persistent dan determined dalam menentukan sesuatu.

Apalagi, Fidel dengan sadar menerima berbagai rutinitas baru yg mulai gua bebankan kedia, sebagai konsekuensi atas pilihannya bersekolah. Dia koperatif dan berakal sehat saat gua berlakukan jam tidur siang, jam belajar, jam main, dan beberapa jam lainnya, sebagai bagian dari peralihan antara jadwal homeschool yg fleksibel dengan jadwal sekolah yg ketit. Yes ini bukan typo ya, karena sekolah yg dia pilih, Vincentius adalah sekolah katolik dari jaman mama gua sekolah disitu, terkenal dgn suster kepala sekolahnya yg disiplin.

Jadi yg harus gua lakukan adalah bukan lagi terombang ambing antara mau homeschool ata sekolah, krn Fidel udah pilih mau sekolah. Tepatnya yg harus gua lakukan adalah banyak tidur dimalam hari, dan memaksimal energi positif bersama anak2 menghabiskan bulan madu homeschool yg ga lama lagi akan selesai ini, lalu melanjutkan perjalanan mengawal anak2, bersiap kalau2 Fidel memutuskan mau homeschool (lagi).

Fidel mogok melanjutkan PAUD ga lama setelah gua berhenti ngantor. Dia berhenti menjelang selesai PAUD, pas anak2 mau karyawisata, yg mana dia juga ga mau ikutan. Usianya saat itu kira2 mau lima tahun, dan dia menyatakan mau coba sekolah saat usianya mau tujuh tahun.  Jadi, ternyata cukup dua taun saja bersekolah dirumah. Oke, tarik nafas dalam2 dan mulai petualangan baru, jangan lupa say, godspeed.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s